A.6 Setting Environment

1. Plugin-plugin yang digunakan dalam buku ini

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai plugin-plugin yang digunakan di tiap bab dalam buku ini. Silakan download versi terbaru untuk masing–masing plugin di direktori plugin Word Press.
BAB 2

  • Child Pages Shortcode

    v=1 child-page-shortcode.1.9.1

    Child Pages Shortcode


    Ini adalah plugin untuk menampilkan child page dengan menggunakan shortcode. Cara menggunakan plugin ini sangat mudah, yaitu hanya dengan memasukkan beberapa attribut di shortcode.
  • Contact Form 7

    2 contactf-form-7-3.9.3

    Contact Form 7


    Plugin ini berfungsi untuk menampilkan Contact Form. Bentuk e-mail yang dikirimkan juga dapat digunakan sesuai dengan keinginan. Selain itu, dapat pula mengelola beberapa Contact Form dengan mudah serta dilengkapi dengan CAPTCHA.

BAB 3

  • WP SiteManager
    WP SiteManager

    WP SiteManager


    Plugin ini memiliki banyak module yang secara umum berguna dalam suatu website. Beberapa module yang terdapat dalam plugin ini adalah:

    1. Sub Navi Widget. Ini adalah module yang digunakan untuk menghasilkan widget sub-navigasi halaman.
    2. Site Structure. Ini adalah module yang menghasilkan struktur lengkap dari sebuah website.
    3. Breadcrumb Navigation. Module ini menghasilkan navigasi halaman berupa breadcrumb yang menampilkan hirarki dari halaman.
    4. Page Navigation.   Module ini menghasilkan navigasi halaman berupa pagination yang biasanya digunakan untuk halaman archives atau categories.
    5. Meta Information. Module ini dapat menghasilkan meta keyword dan meta information dari tiap halaman yang ada dalam website.
    6. Cache. Module ini dapat mempercepat kinerja server dalam loading halaman untuk menampilkan website WordPress.

BAB 4

BAB 5

BAB 6

BAB 7

APPENDIX

 

2. Update Plugin

Pada tahap ini akan dijelaskan cara melakukan update plugin jika pemberitahuan update sudah ditampilkan di dashboard. Berikut adalah cara meng-update-nya.

  1. Memeriksa update yang tersedia
    Masuk ke Dashboard→Updates untuk menampilkan halaman WordPress Updates seperti gambar berikut ini:
    contactf-form-7-3.9.2 require update

    Klik “Version x.x.x details” sebelum meng-update plugin untuk mengetahui apa saja yang telah berubah dan atau ditambahkan


     

    1. Periksa di bagian Plugins untuk melihat plugin-plugin yang update-nya telah tersedia.
    2. Klik linkView version ….” untuk melihat detail update.
  2. Update versi terbaru
    1. Beri tanda centang pada plugin yang akan di-update seperti gambar berikut.
      contactf-form-7-3.9.2 plugin update checked

      Beri tanda centang pada plugin yang mau di-update


      Setelah itu, klik tombol “Update  Pluginsuntuk memulai update plugin yang telah dicentang secara otomatis.
    2. Jika cara update plugin di atas gagal, silakan melakukan cara berikut ini. Klik link “View version …” yang akan menampilkan halaman seperti berikut.
      Contact-form-7- detail versionCapture

      Klik link “WordPress.org Plugin Page”


      Klik link “WordPress.org Plugin Page” seperti yang diberi lingkaran pada gambar sehingga menuju halaman plugin dalam wordpress.org seperti berikut.
      2 contactf-form-7-3.9.3

      Klik tombol “Download Version x.x.x” untuk mulai men-download plugin.


      Klik tombol “Download Version …” untuk men-download versi terbaru.
    3.  Data yang di-download  biasanya dalam format zip. Setelah proses download selesai, silakan ekstrak file tersebut.
      hasil ekstrak contact-form-7

      Ini adalah direktori yang diciptakan dari hasil ekstrak file zip contact form yang telah di-download


       
  3. Instalasi update plugin
    1. Masuk ke dashboard, lalu klik menu Plugins à Installed Plugins. Silakan menonaktifkan plugin yang akan di-update.
      menonaktifkan Contact-form-7

      Klik menu “Deactivate” pada plugin yang akan di-update

    2. Masuk ke direktori “wp-content/plugins”. Ganti file plugin lama dengan yang baru.
      folder contact-form-7

      Hapus seluruh file dan direktori yang berada pada direktori plugin yang akan di-update, lalu masukkan file dari hasil ekstrak plugin yang telah di-download


       
  4. Cek kinerja plugin

    Aktifkan kembali
    plugin yang baru saja di-update dengan cara masuk ke dashboard. Klik menu Plugins→Installed Plugins. Cari plugin yang baru saja di-update lalu klik menu “Activate“.
    aktifkan kembali Contact Form 7

    Klik menu “Activate” untuk mengaktifkan plugin yang telah di-update



3. Cara efisien debugging

Jika terjadi kesalahan dalam deskripsi PHP, kemungkinan kesalahan tersebut tidak akan ditampilkan di layar, dan hanya menampilkan warna putih saja. Untuk dapat menampilkan kesalahan dalam layar, maka ikuti beberapa cara berikut:

  1. Memeriksa keadaan awal
    Pertama, silakan periksa keadaan layar saat ini. Langkah berikutnya adalah mengkondisikan agar WordPress menjadi error.

    1. Buka file php, di baris pertama tepatnya di atas tag header tempatkan sebuah fungsi yaitu<!–?php test(); ?>.

      Memo
      Harap hapus penambahan kode setelah selesai melakukan pengetesan terhadap header.php
    2. Setelah itu akses halaman utama, maka yang terlihat di layar hanyalah tampilan putih, seperti pada gambar di bawah. Tidak terlihat pesan kesalahan apapun di layar.
      hanya menampilkan halaman putih

      Tampilan hanya menampilkan halaman putih

    3. Periksa dengan menggunakan Firebug di Firefox. Dengan firebug dapat terlihat adanya error dan informasi bahwa error yang terjadi adalah “500 Internal Server Error”.
      firebug untuk halaman putih

      Klik kanan pada halaman, lalu pilih “Inspect Element with Firebug”.


       
  2. Menggunakan mode debug WordPress
    Berikut adalah bagaimana cara mengaktifkan mode debug pada WordPress

    1. Mode debug ini terdapat di dalam file bernama wp-config.php yang berada di direktori utama tempat instalasi WordPress, yaitu di bagian:
      define(‘WP_DEBUG’, false );
      Jika ingin kesalahan dalam kode PHP WordPress ditampilkan di layar, silakan ubah nilai dari WP_DEBUG menjadi true.

      Perlu diperhatikan, jika proses pembangunan website telah selesai sebaiknya ubah kembali menjadi false.
    2. Untuk melakukan pengecekan, akses kembali halaman utama. Kemudian perhatikan, di layar akan ditampilkan error seperti pada gambar di atas. Agar lebih jelas terlihat, silakan tampilkan kode sumber HTML.
      fatal error test

      Pesan error tampil ketika mode debug WordPress diaktifkan


    3. Bila mencari kesalahan di mode HTML, maka layar akan menampilkan pesan “Fatal Error: Call to undefined function test()”. Lokasi file yang mengandung kesalahan di atas, berada di file yang bernama “header.php” dan kesalahan terjadi di baris pertama file tersebut.
    4. Setelah memeriksa isi kesalahan, ubah nilai define(‘WP_DEBUG’, true); menjadi false agar semua kesalahan yang terjadi di WordPress tidak ditampilkan secara terperinci seperti di atas. Namun di sisi lain ada hal yang merugikan jika bernilai false karena kesalahan di WordPress tidak akan ditampilkan di layar dan sulit untuk melakukan perbaikan.
  3. Membuat pesan kesalahan dapat ditampilkan menggunakan kode PHP
    Pada tahap ini akan dijelaskan cara agar kesalahan ditampilkan secara sederhana.

    1. Tambahkan kode ini_set(‘display_errors’,1); ke awal baris di file wp-config.php.

      Memo
      kenapa menuliskan di wp-config.php? karena wp-config.php ini adalah file yang selalu dimuat saat WordPress dijalankan.
    2. Selanjutnya akses halaman utama dan periksa apakah ada error yang ditampilkan seperti di bawah atau tidak.
    3. Setelah memeriksa isi dari halaman utama, tambahkan tanda komentar PHP ( // ) di bagian depan kode ini_set(‘display_errors’,1); di file wp-config.php.

      Menampilkan kesalahan dengan menggunakan fungsi ini_set(), tergantung konfigurasi server. Dengan menggunakan cara ini, informasi yang dihasilkan lebih sedikit jika digunakan untuk debugging WordPress. Metode ini sangat sederhana dan mudah untuk dipahami dalam mengidentifikasi masalah.
      Jika fungsi ini_set() tidak dimasukkan ke dalam wp-config.php, maka saat kesalahan terjadi sebelum memuat file yang memiliki ini_set(), pesan kesalahan itu tidak akan ditampilkan.
  4. Menampilkan pesan error dengan menggunakan .htaccess
    Selain beberapa langkah di atas, ada cara lain untuk menampilkan kesalahan tanpa menggunakan file wp-config.php.

    1. Masuk ke direktori tempat meng-install Buka file .htaccess lalu masukkan kode

      di bagian paling awal file .htaccess.
    2. Akses halaman utama dan pesan error akan ditampilkan seperti gambar di bawah.
      fatal error test

      Pesan error tampil setelah kode dimasukkan ke file .htaccess

    3. Setelah selesai melakukan konfirmasi terhadap rincian kesalahan, kembali ke file .htaccess dan tambahkan tanda “#” di depan statement “php_flag display_errors On”, sehingga statement tersebut akan menjadi sebuah komentar.

      Dengan metode menampilkan isi kesalahan menggunakan .htaccess seperti yang dijelaskan di atas, maka apabila ada kesalahan yang terjadi akan selalu ditampilkan. Ini merupakan cara yang mudah dan bermanfaat.
      Memo
      Untuk beberapa layanan hosting tidak diizinkan menjalankan kode .htaccess seperti di atas.

Setelah pengujian selesai, kembali ke header.php dan hapus <?php test(); ?>.

4. Aplikasi FTP yang digunakan di buku ini

  1. Download aplikasi WinSP
    Dalam pembuatan buku ini, aplikasi FTP yang digunakan adalah WinSCP. Aplikasi ini bisa didapatkan dengan men-download di website resmi di URL http://winscp.net/eng/index.php
    winscp homepage

    Klik “Go to download page”


    Selanjutnya akan tampil halaman download  WinSCP seperti berikut ini:
    winscp download page

    Klik “Instalation Package” untuk mulai men-download WinSCP


    Klik Installation package untuk men-download secara otomatis. Biasanya file yang di-download memiliki nama sesuai dengan versi yang tersedia, misalnya winscp555.exe untuk WinSCP versi 5.5.5. Setelah download selesai, install aplikasi tersebut dengan cara klik ganda pada file yang di-download, maka akan tampil seperti di bawah ini.
  2. Instalasi aplikasi WinSCP
    Silakan pilih bahasa yang akan digunakan. Jika tidak memilih, maka English akan menjadi bahasa default. Selanjutnya klik tombol “OK”.
    winscp install - 1. pilih bahasa

    Pilih “English” untuk menyesuaikan dengan buku


     

    1. Jendela Selamat datang pada instalasi muncul. Klik tombol “Next” untuk melanjutkan.
      winscp install

      Jendela instalasi setelah memilih bahasa


       
    2. Pilih “I accept the agreement” lalu klik tombol “Next” untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.
      winscp agreement

      Silakan baca syarat dan ketentuan untuk mengetahui kebijakan apa saja yang ada dalam WinSCP

    3. Dalam buku ini tipe instalasi yang dipilih adalah Typical installation untuk meng-install semua fitur yang disediakan. Pilih Custom installation jika ingin meng-install beberapa fitur saja. Selanjutnya klik tombol “Next”.
      winscp install - Typical Instalasi

      Pilih “Typical Installation”


       
    4. Pada tahap ini akan tampil beberapa pilihan mengenai tampilan aplikasi Jenis tampilan yang digunakan dalam buku ini adalah Commander. Selanjutnya klik tombol “Next”.
      winscp install - Initial Users

      Pilih “Commander”

    5. Klik tombol “Install” untuk melanjutkan ke proses instalasi.
      winscp install - Ready To Install

      Klik tombol “Install” untuk melakukan proses instalasi.


       
    6. Gambar di bawah merupakan tampilan saat proses instalasi. Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul jendela seperti gambar di tahap berikutnya.
      winscp install - Proses Instalasi berlangsung

      Silakan tunggu hingga proses selesai

    7. Klik tombol “Finish” untuk memulai menggunakan WinSCP.
      winscp install - Finish

      Klik tombol “Finish” untuk memulai menggunakan WinSCP.


       
  3. Menggunakan aplikasi WinSCP
    Setelah instalasi berhasil dilakukan, selanjutnya adalah cara menggunakan WinSCP.

    1. Jalankan WinSCP, maka akan tampil seperti gambar di bawah ini.
      winscp usage - login

      Masukkan informasi akun FTP yang telah didapat


      Masukkan hostname, port number, username dan password ke dalam form tersebut. Setelah lengkap klik tombol “Login”.
    2. Selanjutnya akan muncul jendela loading yang menandakan proses login sedang berlangsung.
      winscp usage - try to login

      WinSCP sedang mencoba mengkoneksikan dengan host yang dituju


       
    3. Setelah loading selesai, maka akan muncul jendela verifikasi seperti gambar di bawah. Klik tombol “Yes” untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.
      winscp usage - warning session save

      Pemberitahuan koneksi ke server. Klik tombol “Yes” untuk melanjutkan.

    4. Di bawah ini merupakan tampilan aplikasi WinSCP. Untuk memulai meng-upload file, silakan drag and drop file dari sebelah kiri ke sebelah kanan. File dari komputer lokal akan di upload ke server host.
      winscp usage - drag and drop

      Lakukan drag and drop untuk mentransfer file dari komputer lokal ke lokasi host dan sebaliknya

5. Editor yang digunakan dalam buku

Di buku ini editor yang dipakai adalah Notepad++. Silakan download di halaman resmi Notepad++ pada URL http://notepad-plus-plus.org.

notepadpp homepage

Ini adalah halaman utama website untuk mendownload notepad++

  1. Download aplikasi Notepad++
    1. Klik menu download di website resmi Notepad++. Selanjutnya akan tampil halaman download seperti gambar di bawah ini.
      npp download page

      Setelah meng-klik menu download di kiri, maka tampil seperti gambar ini. Silakan klik tombol DOWNLOAD untuk mulai men-downloadnya.


       
    2. Klik tombol “DOWNLOAD untuk men-download aplikasi Notepad++ dan proses download akan dilakukan secara otomatis.
  2. Instalasi aplikasi Notepad++
    1. Jalankan file tersebut, maka akan muncul jendela seperti gambar di atas. Silakan pilih bahasa yang akan digunakan. Selanjutnya klik tombol “OK”.
      npp choose language

      Pilih “English” untuk menyesuaikan dengan buku


       
    2. Klik tombol “Next” untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
      npp welcome

      Klik “Next” untuk melanjutkan

    3. Klik tombol “I Agree” untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
      npp I agree

      Klik tombol “I Agree” sebagai persetujuan akan kebijakan yang ada.

    4. Pilih direktori tempat instalasi aplikasi Notepad++. Jika tidak akan diubah, klik tombol “Next” untuk melanjutkan.
      npp installation location

      Jika lokasi instalasi tidak diubah, silakan klik tombol “Next” untuk melanjutkan.

    5. Di tahap ini akan muncul jendela untuk memilih komponen apa saja yang akan di-install. Setelah memilih, klik tombol “Next” untuk melanjutkan.
      npp choose component

      Biasanya komponen yang umun yang dibutuhkan telah tercentang.


       
    6. Klik “Install” untuk melanjutkan.
      npp install button

      Klik tombol “Install” untuk melanjutkan

    7. Proses instalasi sedang berjalan. Silakan menunggu sampai instalasi selesai. Jika selesai, klik tombol “Next” untuk melanjutkan.
      npp installing in progress

      Silakan tunggu hingga proses instalasi selesai


       
    8. Klik tombol “Finish” untuk memulai menggunakan aplikasi Notepad ++.
      npp finish run the notepad

      Jika pilihan “Run notepad++” tercentang, maka aplikasi akan langsung terbuka setelah tombol “Finish” diklik


       
    9. Gambar di bawah ini merupakan tampilan dari editor Notepad++.
      npp first shown

      Ini adalah tampilan editor notepad++

6. Plugin dan template yang dibuat dalam buku ini

Pada tahap ini, kode sumber PHP yang telah dibuat selama proses pembangunan website, akan dibandingkan dengan kode sumber yang sudah jadi, yang terdapat di direktori “pacific/source” pada bab terakhir. Bandingkan juga hasil yang ditampilkan di layar.

pacific template directory

Keseluruhan template yang telah dibuat dalam buku


Keterangan:

  1. Template Utama. Ini adalah template yang pertama kali dimuat oleh WordPress sesuai dengan jenis halaman yang akan ditampilkan.
  2. Template Pendukung. Ini adalah template yang diambil dari bagian template utama dari template lainnya.
  3. Template post.php. posts.php adalah template yang digunakan untuk custom post type “shop”.
  4. File functions.php. Ini adalah template yang digunakan untuk memasukkan fungsi-fungsi tertentu dalam sebuah tema WordPress
  5. Plugin-plugin yang telah dibuat.

Silakan baca kode secara berulang dan perdalam pemahaman mengenai cara kerja di dalam WordPress, agar siap dalam menghadapi masalah yang tak terduga.

Memo
Source code dalam penjelasan berikut ini diambil dari direktori “pacific/source/BAB 8”

  1. File index.php
    index.php adalah salah satu file yang dibutuhkan untuk membuat sebuah tema yang dikenali oleh WordPress selain file style.css.Dalam WordPress, file index.php memiliki prioritas yang paling terakhir sesuai dengan yang dijelaskan di tahap 2.3 mengenai prioritas dan struktur template.
    file index.php

    Ilustrasi ketika file front-page.php, page.php dan archive.php tidak ada.


    Jika template yang memiliki prioritas lebih tinggi dari index.php tidak ada, maka file index.php akan dipanggil.
    Secara khusus, jika halaman template dasar untuk setiap jenis halaman yang diperlukan ada, file  index.php ini tidak diperlukan. Sehingga isinya dapat hanya berupa statement seperti di bawah ini.
    <?php echo "index";
  2. File front-page.php
    front-page.php merupakan file template yang dipakai oleh WordPress untuk menampilkan halaman utama.Di dalam file front-page.php ada 3 bagian template lain yang dimasukkan, yaitu header.php, sidebar-top.php dan footer.php.
    front-page full screenshot

    File front-page.php terdapat 3 template lainnya yang dimasukkan. Yaitu header.php, sidebar-top.php dan footer.php



    • Kode get_header(); pada baris 1 digunakan untuk memanggil template header.php
    • Kode get_sidebar(‘top’); pada baris 92 digunakan untuk memanggil template sidebar-top.php
    • Kode get_footer(); pada baris 93 digunakan untuk memanggil template footer.php

  3. File page.php
    page.php merupakan template yang digunakan untuk menampilkan halaman bertipe page, atau sebagai template page.Di dalam file page.php dimasukkan juga 5 template yang lain, yaitu header.php, content.php, back_to_top.php, sidebar.php dan footer.php.
    Page.php

    Template page.php memasukkan 4 template lainnya.



    • Kode get_header() pada baris 1 digunakan untuk memanggil template header.php
    • Kode get_template_part(‘content’) pada baris 7 digunakan untuk memanggil template content.php
    • Kode get_template_part(‘back_to_top’) pada baris 11 digunakan untuk memanggil template back_to_top.php
    • Kode get_sidebar() pada baris 13 digunakan untuk memanggil template sidebar.php

  4. File archive.php
    archive.php digunakan untuk menampilkan halaman archives, Author Archives, atau Post yang memiliki kategori tertentu. Dalam buku ini, file archive.php digunakan paling utama oleh halaman bertipe post yang memiliki kategori COLUMN, EVENT, MALLS, dan INFORMATION.Di dalam file archive.php ini dipanggil 5 template lain yaitu header.php, content-archive.php, back_to_top.php, sidebar.php dan footer.php.
    category column

    Ini adalah tampilan dalam menu COLUMN.



    • Kode get_header() pada baris 1 digunakan untuk memanggil template header.php
    • Kode get_template_part(‘content_archive’) pada baris 21 digunakan untuk memanggil template content_archive.php
    • Kode get_template_part(‘back_to_top’) pada baris 28 digunakan untuk memanggil template back_to_top.php
    • Kode get_sidebar() pada baris 30 digunakan untuk memanggil template sidebar.php
    • Kode get_footer() pada baris 31 digunakan untuk memanggil template footer.php

  5. File single.php
    single.php merupakan template yang digunakan untuk menampilkan artikel individual bertipe post. File single.php contohnya digunakan untuk menampilkan artikel yang berjudul “Changi, Bandara Penghubung Asia”. File single.php ini memanggil beberapa template lain yaitu header.php, content.php, back_to_top.php, sidebar.php, footer.php serta comment.php.
    changi bandara penghubung asia

    File single.php dipakai ketika konten post ditampilkan



     

    • Kode get_header() pada baris 1 digunakan untuk memanggil template header.php
    • Kode get_template_part(‘content’) pada baris 7 digunakan untuk memanggil template content.php
    • Kode get_template_part(‘back_to_top’); pada baris 14 digunakan untuk memanggil template back_to_top.php
    • Kode get_sidebar() pada baris 16 digunakan untuk memanggil template sidebar.php
    • Kode get_footer() pada baris 17 digunakan untuk memanggil template footer.php

  6. File search.php
    Template ini digunakan oleh WordPress untuk menampilkan hasil pencarian.Template search.php juga memanggil 5 template lain yaitu header.php, content-archive.php, back_to_top.php, sidebar.php dan footer.php.
    search result mall

    Tampilan hasil pencarian dengan keyword “mall”



    • Kode get_header() pada baris 1 digunakan untuk memanggil template header.php
    • Kode get_template_part(‘content-archive’) pada baris 11 digunakan untuk memanggil template content-archive.php
    • Kode get_template_part(‘back_to_top’) 22 digunakan untuk memanggil template back_to_top.php

  7. File 404.php
    404.php merupakan template yang digunakan oleh WordPress jika suatu halaman tidak ditemukan
    Ilustrasi ketika 404 digunakan

    Ilustrasi ketika file 404 digunakan


    404

    Tampilan ketika halaman tidak ditemukan



     
  8. File header.php
    header.php adalah bagian template yang menampilkan header website dan memuat navigasi global.
    ilustrasi penggunaan header

    header.php dipanggil oleh beberapa template


    Template ini dipanggil oleh 5 template utama yaitu front-page.php, page.php, archive.php, single.php, dan search.php.
    Header

    Tampilan header pada halaman utama dan subhalaman berbeda. Header juga akan memanggil header_ogp.php dan social-script.php ketika sedang menampilkan artikel yang memiliki kategori COLUMN


    Pada halaman utama, template ini menghasilkan gambar utama dan pada sub halaman menghasilkan navigasi breadcrumb.
    Jika dalam halaman post yang memiliki kategori “COLUMN”, header.php ini memanggil social-script.php dan header_ogp.php.

    • Kode get_template_part(‘header_ogp’) pada baris 31 digunakan untuk memanggil template header_ogp.php
    • Kode get_template_part(‘social-script’) pada baris 39 digunakan untuk memanggil template social-script.php

  9. File footer.php
    footer ss

    Tampilan untuk footer


    footer.php merupakan template yang dipakai oleh WordPress untuk menghasilkan bagian bawah website seperti CopyrightFile ini dipanggil di 5 template utama yaitu front-page.php, page.php, archive.php, single.php, dan search.php
    ilustrasi ketika footer dipanggil oleh template lainnya

    ilustrasi ketika footer dipanggil oleh template lainnya



     
  10. File sidebar.php
    sidebar.php adalah template yang menampilkan sidebar di sub-halaman.
    sidebar screenshot

    Tampilan sidebar pada halaman PROFILE


    sidebar.php dipanggil oleh 4 template utama yaitu page.php, archive.php, single.php, dan search.php.
    ilustrasi ketika sidebar dipanggil oleh template lainnya

    ilustrasi ketika sidebar dipanggil oleh template lainnya


  11. File sidebar-top.php
    sidebar-top.php merupakan template yang menghasilkan sidebar untuk halaman utama.
    sidebar-top screenshot

    sidebar-top hanya dipanggil pada halaman utama


    sidebar-top.php hanya dipanggil di file front-page.php.
    ilustrasi ketika sidebar-top dipanggil oleh template front-page

    ilustrasi ketika sidebar-top dipanggil oleh template front-page



     
  12. File comments.php
    comments.php adalah template yang dipakai untuk menghasilkan form komentar di post.
    comments screenshoot

    Tampilan comments.php dalam salah satu artikel berkategori COLUMN


    Ini akan dipanggil jika ada post yang memiliki kategori COLUMN yang menggunakan single.php.
    ilustrasi ketika comments dipanggil oleh template single

    ilustrasi ketika comments dipanggil oleh template single



     
  13. File content.php
    content.php adalah template yang menampilkan konten yang telah dibuat di page ataupun post.
    content screenshot

    social-button dipanggil ketika menampilkan artikel yang memiliki kategori COLUMN


    File ini dipanggil di single.php dan page.php.content.php dan social-button.php ini dipanggil oleh post yang memil
    iki kategori “COLUMN”.
    ilustrasi ketika content dipanggil oleh template single dan page

    ilustrasi ketika content dipanggil oleh template single dan page



     

    • Kode get_template_part(‘social-button’) pada baris 7 dan baris 35 digunakan untuk memanggil template social-button.php

  14. File content-archive.php
    content-archive.php adalah template yang digunakan untuk menampilkan daftar artikel.
    conent-archive screenshot

    Tiap item ditampilkan menggunakan template content-archive.php


    File ini dipanggil oleh WordPress di 2 file yaitu archive.php dan search.php.
    ilustrasi ketika content-archive dipanggil oleh template archive dan search

    ilustrasi ketika content-archive dipanggil oleh template archive dan search


  15. File back_to_top.php
    back_to_top.php adalah template yang menghasilkan tombol “Back to Top” di sub halaman.
    back_to_top screenshot

    Tombol Back to top ditampilkan pada sub-halaman


    File ini dipanggil oleh 4 template utama yaitu page.php, archive.php, single.php, dan search.php.
    ilustrasi ketika back_to_top dipanggil oleh template lainnya

    ilustrasi ketika back_to_top.php dipanggil oleh template lainnya


  16. File header_ogp.php
    header_ogp.php adalah template yang menampilkan OGP ( Open Graph Protocol ).

    • Kode pada baris 5 dan baris 6 pada contoh kode diatas adalah contoh output dari template header_ogp.php


    File ini dipanggil oleh WordPress di header.php saat menampilkan post yang memiliki kategori COLUMN.
    ilustrasi ketika header_ogp dipanggil oleh template header

    ilustrasi ketika header_ogp dipanggil oleh template header


  17. File social-button.php
    Template ini memiliki beberapa tombol yaitu lintas me, g+1 dari google+, like dari facebook dan Tweet dari twitter.
    social-button

    Social Button muncul pada artikel yang mempunyai kategori COLUMN


    Template ini dipanggil di dalam template content.php.
    ilustrasi ketika social-button dipanggil oleh template content

    ilustrasi ketika social-button dipanggil oleh template content


    Jika post yang ditampilkan memiliki kategori “COLUMN”, maka akan memanggil file social-button.php.
  18. File social-script.php
    social-script.php adalah template yang berisi script yang dibutuhkan oleh tombol sosial media.

    • Kode pada baris 8 hingga baris 12 pada contoh kode diatas adalah contoh output dari template social-script.php


    ilustrasi ketika social-script dipanggil oleh template header

    ilustrasi ketika social-script dipanggil oleh template header


    Template ini dipanggil ketika menampilkan post yang berkategori “COLUMN”.
  19. File posts.php
    posts.php adalah template yang menyediakan informasi dari setiap post yang bertipe “shop” dan memiliki custom taxonomy “mall” seperti Shiodome Mall, Durian Mall, Chao Phraya Mall, dan Thamrin Mall.
    posts shortcode shiodome mall edit screenshot

    Template posts dipanggil ketika shortcode [posts] digunakan dalam artikel

    File ini digunakan oleh fungsi shortcode posts.
    ilustrasi ketika posts dipanggil oleh shortcode

    ilustrasi ketika posts dipanggil oleh shortcode


  20. File functions.php
    functions.php adalah file yang mendefinisikan fungsi-fungsi yang dipakai dalam tema yang sedang digunakan.
    ilustrasi ketika file functions dipanggil oleh sistem WordPress

    ilustrasi ketika file functions dipanggil oleh sistem WordPress


    Mengaktifkan fitur standar di WordPress seperti custom header juga dapat menggunakan file functions.php ini. Selain file template, file functions.php adalah file yang akan selalu dibaca oleh WordPress terlebih dahulu.

    • Kode pada baris 142 dan baris 158 adalah kode untuk memasukkan template posts.php

  21. File fb-admins.php
    fb-admins screenshot

    Tampilan halaman administrasi fb-admins


    fb-admins.php digunakan untuk mengatur ID administrator dan ID aplikasi Facebook.

     
  22. File maps-shortcode.php
    maps-shortcode.php adalah plugin yang digunakan untuk menampilkan Google Maps dengan menggunakan shortcode untuk memanggilnya.
    maps shortcode access screenshot

    Tampilan ketika shortcode maps-shortcode digunakan