A.1 Instalasi WordPress 4.0

1. Mempersiapkan server yang akan di-install WordPress

Persiapan yang paling utama adalah mempersiapkan Server / Komputer yang akan di-install WordPress. Server yang akan digunakan harus menggunakan PHP dan MySQL dengan versi yang sudah support WordPress 4.0. Berikut adalah kebutuhan server yang harus disiapkan:

  1. PHP versi 5.2.4 atau lebih tinggi
  2. MySQL versi 5.0 atau lebih tinggi

Selain itu persiapkan juga database yang akan digunakan untuk WordPress dan simpan informasi mengenai konfigurasi database tersebut karena akan digunakan saat proses instalasi, baik di localhost maupun di server penyedia layanan hosting. Berikut adalah beberapa informasi yang harus disiapkan terlebih dahulu:

  1. Nama Database
  2. Nama Pengguna Database
  3. Password Database
  4. Nama Host Database
Memo
Pada buku ini Web Server yang digunakan di localhost dengan menggunakan aplikasi XAMPP, untuk penjelasan detail mengenai aplikasi XAMPP dan pembuatan database di localhost dapat dilihat di bagian Appendix “A-4 Membangun Server dengan XAMPP” sebagai rujukan.

2. Men-download WordPress 4.0

WordPress 4.0 bisa didapatkan dengan men-download langsung di website resmi WordPress

Klik pada bagian yang ditunjukkan panah untuk download

Klik pada bagian yang ditunjukkan panah untuk mulai download

3. Ekstrak file WordPress yang di-download

Format file yang di-download biasanya dalam bentuk zip. Ekstrak file tersebut, maka akan muncul direktori yang bernama “wordpress”. Kemudian pastikan struktur file-nya sesuai dengan gambar berikut.

isi dari direktori wordpress hasil ekstrak dari file zip yang telah di-download

isi dari direktori wordpress hasil ekstrak dari file zip yang telah di-download

Memo
Hasil ekstrak file wordpress-4.0.zip menghasilkan sebuah direktori baru yang bernama “wordpress” yang berisi folder dan file seperti di gambar berikut.

4. Membuka file yang telah diekstrak untuk di-upload ke server

Untuk meng-upload file ke server penyedia layanan hosting diperlukan bantuan perangkat lunak FTP, dalam buku ini perangkat lunak FTP yang digunakan adalah WinSCP yang bisa di-download secara gratis.

Memo
Semua file yang berada di direktori wordpress akan di-upload ke web server, namun jika web server yang digunakan masih localhost maka langkah ini tidak perlu dilakukan. Mengenai Cara menggunakan Aplikasi WinSCP dijelaskan di Appendix “A-6 Setting Environment” pada bagian “E4 Aplikasi FTP yang digunakan di buku ini”.

Ada 2 macam metode yang dapat dilakukan untuk meng-upload file WordPress ke web server, yaitu:
Metode 1, upload ke penyedia layanan hosting: 
Meng-upload WordPress ke server penyedia layanan hosting. Jika WordPress akan disimpan di server penyedia layanan hosting biasanya file WordPress akan disimpan di direktori “public_html”. Maka silahkan upload semua isi dari direktori “wordpress” hasil ekstrak ke direktori “public_html” di server penyedia layanan hosting. Sehingga hasilnya seperti gambar berikut:

wordpress yang sudah menggunakan jasa layanan hosting

ini adalah posisi file WordPress dimana WordPress di-install di layanan jasa penyedia hosting.

Metode 2, upload ke localhost:
Jika WordPress akan di-install di komputer lokal menggunakan aplikasi XAMPP, silahkan copy hasil ekstrak file WordPress di tahap sebelumnya. Setelah itu, masuk ke direktori “xampp/htdocs” lalu paste file WordPress di direktori “htdocs”. Selanjutnya ubah nama direktori yang di-paste tadi menjadi misalnya “DocumentRoot”. Hasilnya bisa dilihat pada contoh gambar berikut ini:

Wordpress di localhost

Contoh posisi file-file WordPress jika di-install di lingkungan lokal atau localhost

5. Mengakses di browser

Untuk mengakses WordPress yang telah di-install tadi, bisa dengan menggunakan cara sebagai berikut:

  1. Masukkan URL (misalnya : http://www.example.com/ jika meng-install WordPress di server penyedia layanan hosting dengan nama domain http://www.example.com, atau  http://www.example.com/DocumentRoot/ jika meng-install WordPress di server penyedia layanan hosting dan berada di subfolder yang bernama : ‘DocumentRoot’).
  2. Jika instalasi dilakukan di localhost dan file WordPress disimpan di direktori (misalnya : “htdocs/DocumentRoot”), maka untuk mengaksesnya silahkan gunakan URL http://localhost/DocumentRoot.

6. Menginstalasi WordPress 4.0

  1. Silahkan akses URL seperti pada tahap sebelumnya, sehingga muncul tampilan seperti sebelah kanan, yaitu pemilihan bahasa.
  2. Pilih “English (United States)” untuk tampilan interface kemudian klik tombol “Continue”.

    Pilih Bahasa

    Silakan pilih bahasa inggris (English) untuk menyesuaikan tampilan dalam buku

  3. Selanjutnya akan muncul halaman seperti gambar di bawah. Klik tombol “Let’s go!” untuk masuk ke tahap berikutnya.

    Welcome To WordPress. Input the database configuration

    Klik tombol “Let’s go!” untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

7. Memasukkan informasi mengenai database

  1. Pada tahap ini silakan masukkan informasi mengenai konfigurasi database yang digunakan oleh WordPress sebagai berikut:
    masukkan db configuration

    Gambar ini adalah contoh pengisian konfigurasi. Isi dapat berbeda tergantung konfigurasi server yang tersedia.

    • Database Name yaitu nama database yang akan digunakan.
    • User Name dan Password yaitu username dan password yang digunakan untuk mengakses database.
    • Database Host yaitu nama host tempat menyimpan database yang akan digunakan.
    • Table Prefix adalah nama awalan dari table yang berada di database sebagai penanda bahwa table tersebut digunakan oleh WordPress.

    Memo
    Tabel prefix digunakan untuk mengelompokan tabel yang digunakan oleh sebuah website WordPress. dengan adanya tabel prefix pengguna WordPress dapat menggunakan 1 database saja untuk meng-install beberapa website dengan WordPress.
  2. Setelah semua informasi mengenai konfigurasi database lengkap, klik tombol “Submit” untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Jika informasi yang diinputkan benar maka akan muncul halaman seperti gambar di sebelah kanan silakan klik tombol “Run the install” untuk melanjutkan.

    klik "Run the install"

    Klik “Run the install” untuk melanjutkan.

8. Membuat file wp-config.php secara manual

Jika muncul halaman pemberitahuan seperti gambar di sebelah kanan yang menginformasikan bahwa proses pembuatan file wp-config.php di tahap sebelumnya gagal.

wp-config harus dibuat secara manual

Ini tampil ketika file wp-config.php tidak dapat dibuat oleh sistem WordPress

Maka diperlukan cara manual untuk membuat file wp-config.php dengan cara meng-copy code yang ada di jendela peringatan seperti di sebelah kanan. Selanjutnya buat sebuah file baru bernama wp-config.php di direktori instalasi WordPress kemudian paste hasil copy ke file wp-config.php yang dibuat tadi. Setelah itu klik tombol “Run the Install”.

9. Memasukkan informasi dasar website

Setelah langkah yang dilakukan sebelumnya selesai, akan tampil jendela selamat datang (Welcome) seperti gambar di bawah ini.

Informasi Website

Beberapa informasi dasar diperlukan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya

Silakan masukkan informasi yang diperlukan seperti:

  1. Site Title adalah judul website yang nantinya akan ditampilkan di halaman utama website. Agar sesuai dengan buku, silakan isi dengan “Pacific Mall Development Co., Ltd.”
  2. Username / nama pengguna, harap dicatat bahwa username yang diinput disini tidak dapat diubah di dashboard. dalam buku ini username adalah “pacific”.
  3. Password untuk masuk ke dalam dashboard WordPress.
  4. Your E-mail, Masukkan e-mail untuk administrator. Di bagian ini silakan memasukkan e-mail yang valid.
  5. Privacy, Saat melakukan pembangunan website sebaiknya bagian Privacy tidak dicentang agar Search Engine (seperti google search, yahoo search, bing dan lain-lain) tidak melakukan indexing terhadap website yang sedang dibangun.
  6. Klik tombol Install WordPress untuk melanjutkan menyelesaikan instalasi dan melakukan log in ke Dashboard / Manajemen Website.

10. Pengelolaan website

  1. Setelah instalasi sukses dilakukan, maka akan muncul halaman seperti di sebelah kanan. Selanjutnya klik tombol “Log in” untuk masuk ke Dashboard.

    Instalasi Sukses

    Instalasi sukses, klik tombol “Log In” untuk menuju halaman login

  2. Masukkan Username dan Password yang dibuat pada langkah sebelumnya ke dalam form login yang muncul. Selanjutnya klik tombol “Log in”. Jika diperlukan centang bagian “Remember Me agar tidak perlu memasukkan ulang Username dan Password saat melakukan “Log in” kembali.

    Login ke Website

    Masukkan Username dan Password sesuai dengan yang telah dimasukkan sebelumnya.

11. Melihat dan memeriksa halaman dashboard di layar

Setelah berhasil login, maka pada halaman Dashboard akan ditampilkan seperti gambar di bawah ini. Halaman ini berfungsi untuk melakukan manajemen atau kontrol terhadap website.

Dashboard WordPress 4.0 "Benny"

Klik pada nama website yang terletak di pojok kanan atas untuk menuju halaman utama website.

Klik nama website di bagian kiri atas halaman untuk melihat halaman home website yang telah di-install. Berikut adalah tampilan dari halaman utama dari website WordPress yang telah berhasil di-install:

Halaman Utama

Tampilan halaman utama yang menggunakan tema TwentyFourteen

Pada bagian atas halaman terdapat shortcut seperti di halaman Dashboard yang dapat digunakan untuk masuk ke Dashboard. Tema default WordPress 4.0 adalah Twenty Fourteen.